Pedoman Belajar Naik Sepeda Motor

Pedoman Belajar Naik Sepeda Motor

Bagaimana pedoman belajar naik sepeda motor yang benar dan aman? Hal ini sangat penting karena naik motor atau sepeda motor tercatat memiliki potensi kecelakaan yang lebih besar bila dibandingkan dengan moda transportasi yang lain. Tetapi kalau kita mengamati yang terjadi di Indonesia, justru hanya ada pelatihan mengemudi mobil dan belum pernah menemui kursus pelatihan untuk naik motor atau berkendara sepeda motor.

Pedoman Belajar Naik Sepeda Motor

Untuk belajar naik motor, perlu untuk diberikan pemahaman yang benar, melihat contoh yang benar, mencoba naik motor yang benar dan akhirnya mereka melakukan kebiasaan naik motor secara benar ketika naik motor sendiri tanpa pendampingan.

Pedoman belajar naik motor dapat mengikuti urutan sebagai berikut :

Pemanasan tubuh

Pengendara sepeda motor harus mengetahui bahwa pada saat naik sepeda motor, banyak gerak yang dilakukan di sepanjang perjalanan. Dengan melakukan pemanasan maka mereka telah menyiapkan tubuh mereka untuk bergerak sesuai dengan yang dibutuhkan pada saat berkendara sepeda motor.

Selain itu, pemanasan tubuh juga akan membantu meningkatkan kemampuan refleks dan mengukur kondisi tubuh apakah siap untuk melakukan aktivitas berkendara atau tidak.

Perlengkapan berkendara

Pengendara harus memahami perlengkapan berkendara yang wajib digunakan pada saat berkendara sepeda motor beserta fungsinya masing-masing. Perlengkapan tersebut adalah helm, jaket lengan panjang, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Khusus untuk masa pelatihan, perlu menggunakan pelindung siku dan pelindung lutut. Karena pada masa pelatihan ini, potensi terjadinya kecelakaan lebih besar, seperti terjatuh atau terbentur sepeda motor.

Peralatan sepeda motor

Pengendara harus mengenali nama, fungsi dan cara menggunakan masing-masing peralatan sepeda motor. Mulai dari tuas rem, pedal rem, putaran gas, lampu indikator, tuas kopling, pedal pemindah gigi, saklar lampu, saklar lampu sein, starter elektrik, starter manual dsb.

Naik dan turun sepeda motor

Pengendara harus memahami cara naik dan turun sepeda motor yang aman. Aktivitas naik dan turun sepeda motor harus dilakukan di sisi kiri sepeda motor. Hal ini menyesuaikan dengan lalu-lintas kiri di Indonesia, sehingga sisi kiri merupakan daerah yang aman dibandingkan sisi kanan sepeda motor.

Selain itu, untuk aktivitas yang akan bersinggungan dengan sisi kanan sepeda motor, seperti kaki kanan naik atau mulai berjalan, harus diawali dengan menoleh ke bagian belakang sebelah kanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi aman untuk melakukan aktivitas tersebut.

Setelah turun dari sepeda motor, setang kemudi juga harus dibelokkan ke arah kiri, karena ketika terjadi benturan atau sepeda motor bergerak, maka gerakannya menuju ke sebelah kiri yang merupakan daerah yang lebih aman bila dibandingkan ke sebelah kanan.

Keseimbangan

Pengendara harus mengetahui salah satu karakter sepeda motor, dimana pengendara harus memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan ketika berkendara sepeda motor. Untuk melatih keseimbangan ini, kita akan berlatih dengan tahapan sbb :

  • Pengendara berdiri di sisi kiri sepeda motor dan bagian dari sepeda motor menempel pada pengendara (tangki bahan bakar atau jok). Pengendara mendorong sepeda motor dengan gerakan ke depan, ke belakang, berbelok ke kiri dan berbelok ke kanan. Jaga keseimbangan sepeda motor jangan sampai terjatuh.
  • Pengendara naik sepeda motor dan kedua kaki diturunkan ke bawah hingga menyentuh permukaan jalan. Pengendara mendorong sepeda motor dengan gerakan ke depan, ke belakang, berbelok ke kiri dan berbelok ke kanan. Jaga keseimbangan sepeda motor jangan sampai terjatuh.
  • Pengendara naik sepeda motor, kaki kanan berada diatas pedal rem atau dek (tipe matic) dan kaki kiri turun ke bawah hingga menyentuh permukaan jalan. Pengendara mendorong sepeda motor dengan gerakan ke depan, ke belakang, berbelok ke kiri dan berbelok ke kanan. Jaga keseimbangan sepeda motor jangan sampai terjatuh.
  • Pengendara naik sepeda motor, kedua kaki berada di atas pedal atau dek, kemudian di dorong dan dilepas oleh teman yang lain. Biarkan pengendara menjaga keseimbangan selama sepeda motor bergerak setelah didorong dan dilepas. Ketika sepeda motor akan berhenti atau kecepatannya sudah sangat lambat, pengendara segera melakukan pengereman dan menurunkan kaki kiri terlebih dahulu. Lakukan untuk gerakan ke depan, berbelok ke kiri dan ke kanan.

Menyalakan sepeda motor

Pengendara harus memahami dan dapat melakukan tahapan menyalakan sepeda motor yang benar dan aman. Untuk transmisi manual, pastikan gigi persneling dalam posisi netral dan untuk transmisi otomatis, pastikan untuk menarik tuas rem belakang, sebelum menekan tombol starter elektrik. Pengendara juga dapat mempraktekkan menyalakan sepeda motor menggunakan pedal atau kick starter.

Penggunaan peralatan sepeda motor

Setelah pada tahapan awal pengendara mengenali peralatan sepeda motor, maka selanjutnya pengendara diminta mempraktekkan dengan posisi sepeda motor berada dalam keadaan standar tengah. Praktek yang dilakukan adalah

  • Membuka putaran gas dengan perlahan dan menutup dengan cepat
  • Menutup putaran gas, melakukan pengereman lalu menurunkan kaki kiri
  • Menutup putaran gas dan melakukan perpindahan gigi

Lakukan secara berulang-ulang hingga pengendara mahir untuk menggunakan peralatan-peralatan tersebut.

Berkendara lurus

Pada tahapan ini kita mempersiapkan penahan dibagian depan pengendara sejauh 15 meter. Penahan ini bertujuan untuk menahan gerak pengendara apabila panik atau tidak dapat melakukan pengereman. Praktek yang dilakukan adalah :

  • Mengendarai sepeda motor menuju penahan dengan kedua kaki diturunkan hingga menyentuh permukaan jalan. Kedua kaki bersiap apabila pengendara kehilangan keseimbangan.
  • Mengendarai sepeda motor menuju penahan dengan kaki kiri diturunkan hingga menyentuh permukaan jalan.
  • Mengendarai sepeda motor menuju penahan dengan kedua kaki diatas pedal atau dek, kemudian sesaat sebelum penahan melakukan pengereman dan setelah berhenti menurunkan kaki kiri terlebih dahulu.

Setelah pengendara mahir, kita dapat menambah jarak antara penahan dengan pengendara.

Berkendara menikung

Pada tahapan ini, penahan sudah tidak digunakan lagi. Pengendara akan berlatih berkendara menikung dengan tahapan sbb :

  • Pengendara membuat rute persegi panjang, kemudian berkendara melewati rute tersebut dengan arah berlawanan arah jarum jam untuk melatih menikung ke kiri.
  • Pengendara membuat rute persegi panjang, kemudian berkendara melewati rute tersebut dengan arah searah jarum jam untuk melatih menikung ke kanan.
  • Pengendara membuat rute dengan bentuk seperti angka 8, kemudian melewati rute tersebut dengan membentuk angka 8. Hal ini untuk melatih menikung ke kanan dan ke kiri.

Setelah semua tahapan dilewati maka pengendara masih harus melakukan latihan untuk menambah pengalaman saat mengendarai sepeda motor. Dan sebelum masuk ke dalam lalu-lintas umum, maka perlu dibekali dengan pemahaman mengenai rambu-rambu lalu-lintas.

 

You May Also Like

About the Author: Kanal Oto

Turut berbagi informasi dan pengetahuan seputar dunia otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *